Kawasan Tebet merupakan salah satu contoh destinasi favorit Anak Muda Jakarta, untuk sekedar nongkrong, makan, atau berbelanja baju dan aksesoris di Distro (Distribution Outlet). Tebet sangat terkenal dengan tempat nongkrongnya yang cozy dan keren. Daerahnya yang terletak di antara Kampung Melayu dan Casablanca, Jakarta Selatan, memang selalu ramai. Apalagi saat akhir pekan atau hari libur tiba. Biasanya saat malam menjelang, di sepanjang Jalan Tebet Utara. Gemerlap lampu-lampu kendaraan mulai menghiasi jalanan, hiruk-pikuk anak muda yang berpenampilan modis juga bisa Anda lihat di kawasan ini.

Bagi Anda yang gemar membeli baju-baju distro, tak perlu jauh-jauh pergi ke Bandung. Di Tebet banyak berdiri distro-distro yang keren, letaknya tepat berada di sepanjang Jalan Tebet Utara Dalam. Lebih dari 30 distro berdiri di sini. Dan yang cukup terkenal adalah distro Bloop Endorse, Noin Brand, Square Inc, dan Nanonine. Menawarkan aneka model t-shirt, topi, jaket, sepatu, celana blue jeans, aksesoris, dan lain-lain. Untuk baju kaos dan celana jeans Rp. 75.000-Rp. 250.000. Kalau jaket berkisar Rp 120.000-Rp 275.000. Aksesoris seperti gelang, kalung, dan dompet mulai dari Rp. 10.000-Rp. 150.000 saja. Tak berlebihan kalau dikatakan, Tebet Utara telah menjelma menjadi daerah tujuan wisata belanja di Jakarta, dan sajian kulinernya yang begitu beragam.

Martin (29) memulai usaha distro pertamanya yang diberi nama Bloop. Dia menjual barang-barang handmade yang diproduksi dalam jumlah sangat terbatas, dengan harga terjangkau. Ia menyewa sebuah bangunan dua lantai di sudut jalan Tebet Utara. “Gua sengaja milih Lokasinya di Tebet, karena deket sama sekolah-sekolah dan tempat kursus, segmen pasar yang hendak gua sasar memang para remaja dan anak mudanya”. Ujar Martin.

Sukses dengan distro pertamanya yang dimulai dengan berbagai koleksi t-shirt, Martin lalu membuka satu lagi diseberang distro Bloop dan diberi nama Endorse. Usahanya berkembang pesat. Dari fashion, Martin yang mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Lalu dia merambah ke usaha kuliner. “Yaa..setelah gua buka distro, gua sama keluarga membuka DeJones Burger dan Bebek Ginyo. Responnya cukup bagus, banyak yang tertarik dengan DeJones Burger. Setiap hari dipenuhi para anak muda dan keluarga, begitu juga Nasi Bebek Ginyo sangat difavoritkan”. Begitu kata Martin.

Setelah berlelah-lelah belanja di distro, perut terasa lapar. Anda bisa berburu kuliner yang lezat. Tak terlalu jauh, lokasinya berdekatan dengan distro-distro yang tersebar di Tebet Utara. Berbagai rumah makan dan cafe ada disini. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada Nasi Bebek Ginyo dan DeJons Burger. Selain itu ada Kebab Turki, Dikies Food & Beverage, Sushi-Ya, Burger & Grill, Ayam Bakar Mas Mono, Comic Cafe, Seven Eleven, dan lain-lain. Sebagian rumah makan, cafe, dan distro di Tebet, dimiliki oleh warga yang tinggal di sekitar daerah Tebet Utara. Tetapi ada juga yang menyewa bangunannya saja. Mereka sengaja membuka usaha seperti itu, karena melihat peruntungan di kawasan Tebet yang sudah menjadi tujuan wisata belanja dan kuliner di Jakarta.

Barnes (26), selaku humas rumah makan Nasi Bebek Ginyo mengatakan, “Kawasan ini mulai ramai awal tahun 2006 yang lalu. Sekarang Tebet telah menjadi kawasan wisata malam yang dapat menarik banyak pengunjung. Apalagi lalu lintas di kawasan ini satu arah, jadi walaupun macet tidak terlalu kronis. Dan yang menjadi persoalan adalah tempat parkirnya yang kurang memadai. Semakin malam kawasan ini semakin ramai dikunjungi”. Ujar Barnes.

Setiap hari, ketika jam makan siang datang. Kawasan Tebet sudah dipastikan macet. Pasalnya, para pengunjung berupaya untuk mendapatkan tempat parkir. Beberapa tempat makan baik itu rumah makan cepat saji, cafe, warung nasi sederhana, bahkan hingga distro sekalipun pasti akan penuh. Umumnya pusat bisnis di kawasan Tebet ini dibuka sejak pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Di samping masalah lahan parkir yang tidak mencukupi, ada satu kawasan di Tebet yang suasananya serasa di Kuta Bali. Kawasan ini berada di Tebet Utara yang juga dipenuhi aneka cafe dan restoran, yang posisinya saling berhadapan dan menghadap ke jalan raya.

Tampak bangunan-bangunan yang tertata rapi. Dengan penampilan berbeda sesuai dengan cita rasa yang ditonjolkan setiap cafe dan restoran tersebut. Di sini setiap harinya sering terlihat mobil dan motor dengan plat nomor polisi dari luar daerah. Yang menandakan kawasan Tebet, sudah dikenal oleh para pelancong kuliner dari luar daerah. Para pengunjung ada yang duduk didalam bangunan utama, dan adapula yang duduk di halaman dekat trotoar jalan. Hanya diteduhi oleh payung besar, yang ditempelkan ditengah lingkaran meja makan.

Menurut Bagus (25), dari Shisha Vaganza Cafe. “Sekarang Tebet sudah populer dengan tujuan untuk tempat nongkrong (hangout), berburu kuliner dan belanja pakaian. Setiap malam minggu di kawasan ini ditampilkan hiburan yang menarik, seperti bazar dadakan dari beberapa distro dan musik akustik yang akan menemani mereka saat sedang bersantap malam”. Ujar Bagus.

Kawasan untuk tempat nongkrong, memang sekarang sedang menjamur di Jakarta. Gaya hidup anak mudanya yang senang nongkrong atau berkumpul hingga larut malam, membuat banyak tempat usaha di berbagai kawasan di Jakarta, membuka jam operasionalnya selama 24 jam. Bahkan dari tahun 2009 hingga 2012 sekarang ini, sudah bermunculan cafe, bar, atau convenience store yang beragam. Sebut saja yang sedang trend saat ini, Seven Eleven, Lawson, dan Circle K. Ketiga convenience store tersebut asalnya bukan dari Indonesia, tetapi dari Jepang dan Amerika. Tak perlu kaget. Ketika Anda mengunjungi Seven Eleven pada tengah malam, di hari jum’at, sabtu, dan minggu. Sudah pasti penuh dengan anak mudanya, yang bercanda tawa dengan ditemani sebotol bir dan cemilan.

Shucia (21) mahasiswi Interstudy Jakarta. “Gue suka nongkrong karena bisa menghilangkan kepenatan, setelah pulang kuliah. Kampus gue kan deket sama Tebet, kalo nongkrong gue pasti di sini. Tempat nongkrongnya lengkap, mau makan banyak rumah makan. Udah gitu distronya, ya ampuuunnn..banyak bener”. Katanya, yang sedang nongkrong di comic cafe bersama teman-teman kampusnya.

Anda pasti yang tinggal di Jakarta. Tentunya mengenal kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kawasan ini juga tidak kalah saing dengan yang ada di Tebet. Di sepanjang jalan Kemang Raya, bisa anda temukan beragam restoran, convenience store, cafe, dan juga bar. Yang menyukai hidangan pizza, ada Pizza Hut, Domino Pizza, dan Izzi Pizza. Atau yang lebih menyukai hidangan fried chicken, ada KFC dan McDonald’s. Yang senang nongkrong, di sini juga tersebar tempat nongkrong yang asyik. Seperti, Box Mart, Seven Eleven, Circle K, dan Lawson. Lengkap bukan?. Tetapi, anak muda lebih senang nongkrong di kawasan Tebet. Mungkin selain lengkap dan murah, juga sudah dikenal sebelum tempat nongkrong di kawasan Kemang berdiri.

Amie (23) karyawan Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan. Mengaku senang berbelanja baju di distro yang ada di Tebet. “Biasanya kalo abis gajian, gue sering belanja baju sama celana jeans di distro Tebet. Lumayan terjangkau harganya, gak bikin kantong jebol”. Ujar Amie, yang sedang sibuk memilih baju di distro Bloop.

Jadi, tak usah bingung lagi akhir pekan mau hangout di mana. Kawasan Tebet bisa menjadi rekomendasi bagi Anda terutama anak mudanya, yang hobi nongkrong dan berwisata kuliner yang unik. Mau ke Tebet, tetapi tidak tahu mau naik kendaraan angkutan apa, jangan khawatir. Anda bisa naik Kopaja S 68 atau S 612 dari Kampung Melayu, dan bisa juga naik Mikrolet 44 dari kawasan pusat bisnis Sudirman dan Kuningan. Atau bisa naik Taksi untuk Anda yang membawa uang lebih. Yang punya kendaraan pribadi bisa lebih cepat menuju kawasan ini. Dan perlu diingat sekali lagi. Untuk yang ingin mengunjungi kawasan Tebet, jangan pergi pada sore hari di akhir pekan. Karena tentunya Anda akan terjebak macet, ketika menuju kawasan Tebet.

[Arief Afrizal]